<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for inspirasiasia.com</title>
	<atom:link href="http://inspirasiasia.com/?feed=comments-rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://inspirasiasia.com</link>
	<description>Knowledge Is Power</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Mar 2010 04:08:12 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>Comment on Pemberantasan teroris dan strategi global menghancurkan islam. by laila</title>
		<link>http://inspirasiasia.com/?p=1925&#038;cpage=1#comment-453</link>
		<dc:creator>laila</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 04:08:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://inspirasiasia.com/?p=1925#comment-453</guid>
		<description></description>
		<content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kongres Homoseks dan Sensifitas Penguasa by laila</title>
		<link>http://inspirasiasia.com/?p=1988&#038;cpage=1#comment-452</link>
		<dc:creator>laila</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 04:03:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://inspirasiasia.com/?p=1988#comment-452</guid>
		<description>semoga kita tak terperangkap dalam grand design yang akan menghancurkan islam di Indonesia</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga kita tak terperangkap dalam grand design yang akan menghancurkan islam di Indonesia</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pemberantasan teroris dan strategi global menghancurkan islam. by ezdihar dhiyaul haq</title>
		<link>http://inspirasiasia.com/?p=1925&#038;cpage=1#comment-451</link>
		<dc:creator>ezdihar dhiyaul haq</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2010 02:35:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://inspirasiasia.com/?p=1925#comment-451</guid>
		<description>Bismillaahirokhmaanir rokhiim......wamakaruu wamakaroLLOOH, waLLOOHU khoirul MAAKIRIIN....#....walantardlool yahuudu walan-nashooro hatta tattabi&#039;a millatahum...

Assalamu alikum wr wb,

yang demikian sdh di nash dlm KALAMULLOH... yang terpenting adalah kita hrs sgr menyikapi dg tindakan konkrit,konfidential(thd mrk), action plan yg jelas sbgmn dicontohkan Nabi saat awal hijrah di Mdinah, demi melihat pasar yg dikuasai yhudi, maka beliau membuat garis, seblah sana pasar yahudi, sblh sini pasar muslim....artinya kita hrs membngun kekuatn ekonomi yg mandiri....mulai yg kecil, pasar, pendidikan, kawasan dagang, industri, pelabuhan, tenaga listrik, pertambangan dsb....dg semangat isbiruu, washoobiruu waroobithuu wattaqullooh....insya Allah kita menjadi majaz Allah untuk mematahkan kafirin.a

sbg kholifah fil ardl, dg amnah tanah air indonesia, kita punya kewajiban untuk merebut kemerdekaan kita dri penjajah freeport, newmont, soroaco minning, george soros yg sdh beli pelabuhan&amp;listrik indonesia, format hedonisme diknas sdmkn shg hanya org2 kaya yg dp kuliah n kebanyakn muslim jadi bodoh...dan masih bnyak lagi, yg tdk prl kt ungkap, namun perlu tindakan yg konkrit.

tawwa shoubil haq, tawwa shoubis-shobr....smg sedikit komentar al-faqiir...dp menggugah semangat kita untuk berjihad di jalan Allah.

Wassalmu alaikum wr wb
al-faqiiru ilaa rohmatiLLAAHI wa afwuHU

ezdihar dhiya&#039;ul hq</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaahirokhmaanir rokhiim&#8230;&#8230;wamakaruu wamakaroLLOOH, waLLOOHU khoirul MAAKIRIIN&#8230;.#&#8230;.walantardlool yahuudu walan-nashooro hatta tattabi&#8217;a millatahum&#8230;</p>
<p>Assalamu alikum wr wb,</p>
<p>yang demikian sdh di nash dlm KALAMULLOH&#8230; yang terpenting adalah kita hrs sgr menyikapi dg tindakan konkrit,konfidential(thd mrk), action plan yg jelas sbgmn dicontohkan Nabi saat awal hijrah di Mdinah, demi melihat pasar yg dikuasai yhudi, maka beliau membuat garis, seblah sana pasar yahudi, sblh sini pasar muslim&#8230;.artinya kita hrs membngun kekuatn ekonomi yg mandiri&#8230;.mulai yg kecil, pasar, pendidikan, kawasan dagang, industri, pelabuhan, tenaga listrik, pertambangan dsb&#8230;.dg semangat isbiruu, washoobiruu waroobithuu wattaqullooh&#8230;.insya Allah kita menjadi majaz Allah untuk mematahkan kafirin.a</p>
<p>sbg kholifah fil ardl, dg amnah tanah air indonesia, kita punya kewajiban untuk merebut kemerdekaan kita dri penjajah freeport, newmont, soroaco minning, george soros yg sdh beli pelabuhan&amp;listrik indonesia, format hedonisme diknas sdmkn shg hanya org2 kaya yg dp kuliah n kebanyakn muslim jadi bodoh&#8230;dan masih bnyak lagi, yg tdk prl kt ungkap, namun perlu tindakan yg konkrit.</p>
<p>tawwa shoubil haq, tawwa shoubis-shobr&#8230;.smg sedikit komentar al-faqiir&#8230;dp menggugah semangat kita untuk berjihad di jalan Allah.</p>
<p>Wassalmu alaikum wr wb<br />
al-faqiiru ilaa rohmatiLLAAHI wa afwuHU</p>
<p>ezdihar dhiya&#8217;ul hq</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Susno: Makelar Kasus Dilakukan Petinggi Polri by M.A Firdaus</title>
		<link>http://inspirasiasia.com/?p=1903&#038;cpage=1#comment-450</link>
		<dc:creator>M.A Firdaus</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 04:21:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://inspirasiasia.com/?p=1903#comment-450</guid>
		<description>hidup susno tegakkan kebenaran / keadilan jangan takut masyrakat sangat merespon kejujuranmu ? bravo buat mantan kabareskim =basmi mafia -mafia korup</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hidup susno tegakkan kebenaran / keadilan jangan takut masyrakat sangat merespon kejujuranmu ? bravo buat mantan kabareskim =basmi mafia -mafia korup</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pemberantasan teroris dan strategi global menghancurkan islam. by M.A Firdaus</title>
		<link>http://inspirasiasia.com/?p=1925&#038;cpage=1#comment-449</link>
		<dc:creator>M.A Firdaus</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 22:15:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://inspirasiasia.com/?p=1925#comment-449</guid>
		<description>Menarik untuk pencerahan ummat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik untuk pencerahan ummat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on FOKUS UNTUK 2010 by ricoaja</title>
		<link>http://inspirasiasia.com/?p=1469&#038;cpage=1#comment-446</link>
		<dc:creator>ricoaja</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 13:17:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://inspirasiasia.com/?p=1469#comment-446</guid>
		<description>kesal dan kecewa lebih mengental pada tulisan ini...

inti,
setiap org punya impian dan harapan, tp tidak jarang impian dan harapan itu bertolak belakang dengan kenyataannya...
dan disini membuktikan bahwa, niat adalah kunci utama dalam menjalani semuanya, agar tidak ada kecewa di belakang hari... 
resolusi 2010, bangkit setelah jatuh dari lubang yang cukup dalam... 
yakin lah bahwa masih ada titik terang lg....amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kesal dan kecewa lebih mengental pada tulisan ini&#8230;</p>
<p>inti,<br />
setiap org punya impian dan harapan, tp tidak jarang impian dan harapan itu bertolak belakang dengan kenyataannya&#8230;<br />
dan disini membuktikan bahwa, niat adalah kunci utama dalam menjalani semuanya, agar tidak ada kecewa di belakang hari&#8230;<br />
resolusi 2010, bangkit setelah jatuh dari lubang yang cukup dalam&#8230;<br />
yakin lah bahwa masih ada titik terang lg&#8230;.amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ciptakan Realitas Diri Anda by ricoaja</title>
		<link>http://inspirasiasia.com/?p=1628&#038;cpage=1#comment-444</link>
		<dc:creator>ricoaja</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 10:42:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://inspirasiasia.com/?p=1628#comment-444</guid>
		<description>asslm...wb,wr.

Anda juga harus bersedia untuk melepaskan masa lalu sehingga masa depan yang baru dapat terwujud.   ( kutipan alinea 8 ).

makna dari tulisan yang di atas ini yang terkadang membuat sebahagian orang tidak dapat menatap kedepan.! masa lalu meraka yang bergitu buruk lebih mendominan, dari pada yg ada saat ini. rasa takut yang berlebihan, kekawatiran akan terulang kejadian yang sama. ( trauma mendalam ), membuat meraka takut menjalaninya kembali... walaupun sebenarnya itu tidak baik.

wallahu&#039;alam....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asslm&#8230;wb,wr.</p>
<p>Anda juga harus bersedia untuk melepaskan masa lalu sehingga masa depan yang baru dapat terwujud.   ( kutipan alinea 8 ).</p>
<p>makna dari tulisan yang di atas ini yang terkadang membuat sebahagian orang tidak dapat menatap kedepan.! masa lalu meraka yang bergitu buruk lebih mendominan, dari pada yg ada saat ini. rasa takut yang berlebihan, kekawatiran akan terulang kejadian yang sama. ( trauma mendalam ), membuat meraka takut menjalaninya kembali&#8230; walaupun sebenarnya itu tidak baik.</p>
<p>wallahu&#8217;alam&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kisah Anggoro dan Anggodo Widjojo dari Kampung Kalimati, Surabaya by Dublemen</title>
		<link>http://inspirasiasia.com/?p=866&#038;cpage=1#comment-436</link>
		<dc:creator>Dublemen</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 07:31:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://inspirasiasia.com/?p=866#comment-436</guid>
		<description>Hello, I want to congratulate your site with 2010. I am sure that, in this new year, your article will please his readers.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hello, I want to congratulate your site with 2010. I am sure that, in this new year, your article will please his readers.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kisah Anggoro dan Anggodo Widjojo dari Kampung Kalimati, Surabaya by Paydaymen</title>
		<link>http://inspirasiasia.com/?p=866&#038;cpage=1#comment-432</link>
		<dc:creator>Paydaymen</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 17:38:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://inspirasiasia.com/?p=866#comment-432</guid>
		<description>Thank you for a good story, I really enjoyed your blog. Be sure to give a link to your friends!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thank you for a good story, I really enjoyed your blog. Be sure to give a link to your friends!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kisah Anggoro dan Anggodo Widjojo dari Kampung Kalimati, Surabaya by levitra_online_buy</title>
		<link>http://inspirasiasia.com/?p=866&#038;cpage=1#comment-426</link>
		<dc:creator>levitra_online_buy</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 20:19:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://inspirasiasia.com/?p=866#comment-426</guid>
		<description>Hi. This is a super post!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi. This is a super post!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kisah Anggoro dan Anggodo Widjojo dari Kampung Kalimati, Surabaya by gigantplsa</title>
		<link>http://inspirasiasia.com/?p=866&#038;cpage=1#comment-425</link>
		<dc:creator>gigantplsa</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 01:30:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://inspirasiasia.com/?p=866#comment-425</guid>
		<description>Article very interesting, I will necessarily add it in the selected works and I will visit this site</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Article very interesting, I will necessarily add it in the selected works and I will visit this site</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kisah Anggoro dan Anggodo Widjojo dari Kampung Kalimati, Surabaya by nintendostiks</title>
		<link>http://inspirasiasia.com/?p=866&#038;cpage=1#comment-424</link>
		<dc:creator>nintendostiks</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 05:59:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://inspirasiasia.com/?p=866#comment-424</guid>
		<description>Article very interesting, I will necessarily add it in the selected works and I will visit this site</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Article very interesting, I will necessarily add it in the selected works and I will visit this site</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kisah Anggoro dan Anggodo Widjojo dari Kampung Kalimati, Surabaya by Gay_dating_site</title>
		<link>http://inspirasiasia.com/?p=866&#038;cpage=1#comment-423</link>
		<dc:creator>Gay_dating_site</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 11:20:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://inspirasiasia.com/?p=866#comment-423</guid>
		<description>Article very interesting, I will necessarily add it in the selected works and I will visit this site</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Article very interesting, I will necessarily add it in the selected works and I will visit this site</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kisah Anggoro dan Anggodo Widjojo dari Kampung Kalimati, Surabaya by nintendost</title>
		<link>http://inspirasiasia.com/?p=866&#038;cpage=1#comment-422</link>
		<dc:creator>nintendost</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 13:34:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://inspirasiasia.com/?p=866#comment-422</guid>
		<description>Article very interesting, I will necessarily add it in the selected works and I will visit this site</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Article very interesting, I will necessarily add it in the selected works and I will visit this site</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Arti gerakan rakyat dukung KPK by Cara Membuat Blog</title>
		<link>http://inspirasiasia.com/?p=812&#038;cpage=1#comment-421</link>
		<dc:creator>Cara Membuat Blog</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 12:39:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://inspirasiasia.com/?p=812#comment-421</guid>
		<description>Kemelut antara Polisi dan KPK semakin hari semakin &#039;seru&#039; saja. para pendukung masing-masing pihak sudah mulai memperlihatkan eksistensinya. tak terkecuali para pendukung KPK, setelah kemarin banyak mendapat dukungan dari facebookers dan bloggers, kini dukungan semakin meluas dari berbagai pihak.

bentuk dukungan moril yang sangat nyata, memakai pita hitam. sebuah tanda ikut berduka untuk sebuah lembaga yang sedang dilanda kemelut. namun pada akhirnya, hukum dituntut untuk menunjukan keadilannya. negeri ini masih sangat butuh lembaga seperti KPK untuk memperbaiki diri.
&lt;a href=&quot;http://carabuatblog.com/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt; Cara Membuat Blog&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kemelut antara Polisi dan KPK semakin hari semakin &#8216;seru&#8217; saja. para pendukung masing-masing pihak sudah mulai memperlihatkan eksistensinya. tak terkecuali para pendukung KPK, setelah kemarin banyak mendapat dukungan dari facebookers dan bloggers, kini dukungan semakin meluas dari berbagai pihak.</p>
<p>bentuk dukungan moril yang sangat nyata, memakai pita hitam. sebuah tanda ikut berduka untuk sebuah lembaga yang sedang dilanda kemelut. namun pada akhirnya, hukum dituntut untuk menunjukan keadilannya. negeri ini masih sangat butuh lembaga seperti KPK untuk memperbaiki diri.<br />
<a href="http://carabuatblog.com/" rel="nofollow"> Cara Membuat Blog</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ayat-Ayat Allah dalam Genpa Sumatera by kinanti</title>
		<link>http://inspirasiasia.com/?p=458&#038;cpage=1#comment-420</link>
		<dc:creator>kinanti</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 16:05:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://inspirasiasia.com/?p=458#comment-420</guid>
		<description>gempa padang adlah peringatan buat kitasemua ...dimana bisa terjadi dan kapan saja bisa terjadi ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gempa padang adlah peringatan buat kitasemua &#8230;dimana bisa terjadi dan kapan saja bisa terjadi &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on tangis rindu padaMu by sayyidi</title>
		<link>http://inspirasiasia.com/?p=403&#038;cpage=1#comment-419</link>
		<dc:creator>sayyidi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 17:16:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://inspirasiasia.com/?p=403#comment-419</guid>
		<description>bagus puisinya...	&lt;li&gt;




</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagus puisinya&#8230;
<li></li>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ayat-Ayat Allah dalam gempa di Sumatera by rizal</title>
		<link>http://inspirasiasia.com/?p=331&#038;cpage=1#comment-418</link>
		<dc:creator>rizal</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 17:44:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://inspirasiasia.com/?p=331#comment-418</guid>
		<description>Menarik bukan pengaitan suatu peristiwa dengan ayat-ayat al-Qur’an? Ya, menarik, karena memang tradisi perdukunan di kalangan bangsa ini masih sangat kental.

Tetapi kita harus sadar bahwa penerapan ayat-ayat al-Qur’an dengan cara menarik waktu, hari, atau mungkin bilangan lain dari suatu peristiwa adalah bukan cara yang diajarkan oleh Islam. Cara-cara seperti itu adalah cara yang biasa dilakukan oleh para dukun untuk meramalkan nomor buntut yang akan keluar. Konon orang bilang nyonji. Maka bolehlah cara memahami al-Qur’an demikian kita sebut sebagai tafsir al-Qur’an dengan metode Nyonji. Apakah hasilnya benar?

Penafsiran al-Qur’an yang tidak melalui metodologi yang benar, jika hasilnya benar pun dianggap sebagai suatu kesalahan. Memahami al-Qur’an bukan hanya sekedar melihat hasil, tetapi juga harus melihat proses. Kesalahan proses berakibat pada ditolaknya penafsiran, meskipun hasilnya bisa benar. Demikianlah yang diajarkan oleh para ulama’ berdasarkan kepada hadis nabi;

مَنْ قَالَ فِى الْقُرْآنِ بِغَيْرِ عِلْمٍ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Barangsiapa berkata tentang al-Qur’an tanpa dasar ilmu, maka hendaklah bersiap-siap menempati tempatnya di neraka (HR at-Tirmidzi)

Marilah kita lihat, apakah metode nyonji itu telah menghasilkan kesimpulan yang benar?

Kesan yang diperoleh dengan pencomotan al-Qur’an berdasarkan waktu-waktu terjadinya musibah itu maka muncul anggapan bahwa itu adalah suatu adzab yang ditimpakan oleh Allah kepada bangsa Indonesia. Bangsa ini layak mendapatkan adzab dari Allah karena pembesarnya hidup mewah serta ingkar kepada Allah.

Tetapi kalau dicermati sekali lagi ternyata kasusnya berbeda. Pada surat al-Isra’ ayat 16 itu dikatakan, ”Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. Padahal yang terjadi di Sumbar bukanlah kehancuran total sebagaimana yang terjadi pada kaum Nabi Luth.

Demikian juga, kedurhakaan penduduk negeri ini tidak bisa disetarakan dengan Fir’aun dan bala tentaranya. Andaikata benar bahwa para pentolan IMF masih memiliki darah yang bersambung sampai kepada Fir’aun sekalipun, anggapan bahwa bangsa ini telah menjadi antek Fir’aun adalah berlebihan.

Jika benar bahwa Allah telah menurunkan adzab kepada bangsa ini, maka konsekuensinya sangat jauh. Kaum muslimin dilarang mendatangi negeri yang diadzab oleh Allah sebagaimana sabda nabi saw.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْن عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُما أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا مَرَّ بِالْحِجْرِ قَالَ لَا تَدْخُلُوا مَسَاكِنَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ إِلَّا أَنْ تَكُونُوا بَاكِينَ أَنْ يُصِيبَكُمْ مَا أَصَابَهُمْ ثُمَّ تَقَنَّعَ بِرِدَائِهِ وَهُوَ عَلَى الرَّحْلِ

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar ra bahwa ketika Rasulullah saw. melewati wilayah Hijir, beliau berkata, “Janganlah kalian memasuki wilayah orang-orang zhalim yang telah diadzab Allah kecuali kalian menangis karena takut tertimpa musibah seperti yang telah menimpa mereka.” Kemudian beliau menutupi wajah dengan selendang beliau sedang beliau tetap berada di atas kendaraan beliau, (HR Bukhari [3380] dan Muslim [2980]).

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْن عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَخْبَرَهُ أَنَّ النَّاسَ نَزَلُوا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْضَ ثَمُودَ الْحِجْرَ فَاسْتَقَوْا مِنْ بِئْرِهَا وَاعْتَجَنُوا بِهِ فَأَمَرَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُهَرِيقُوا مَا اسْتَقَوْا مِنْ بِئْرِهَا وَأَنْ يَعْلِفُوا الْإِبِلَ الْعَجِينَ وَأَمَرَهُمْ أَنْ يَسْتَقُوا مِنْ الْبِئْرِ الَّتِي كَانَتْ تَرِدُهَا النَّاقَةُ تَابَعَهُ أُسَامَةُ عَنْ نَافِعٍ

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar ra bahwasanya orang-orang singgah bersama Rasulullah saw. di Hijir, negeri kaum Tsamud. Mereka mengambil air dari sumur di sana dan menggunakannya untuk mengadon tepung. Rasulullah saw. memerintahkan mereka agar membuang air yang mereka ambil dari sumur di sana. Dan memerintahkan agar adonan tepung tadi diberikan kepada unta. Kemudian Rasulullah saw. memerintahkan mereka agar menggunakan air dari sumur yang disinggahi oleh unta-unta, (HR Bukhari [3379] dan Muslim [2981]).

Inti sari yang terkandung di dalam kedua hadis tersebut, di antaranya adalah;

1. Haram hukumnya menyinggahi negeri orang-orang yang mendapat adzab kecuali menangis karena takut tertimpa musibah yang telah menimpa mereka. Al-Baghawi menukil dalam Syarhus Sunnah (XIV/362) dari al-Khaththabi sebagai berikut, “Orang yang singgah di negeri kaum yang binasa karena ditenggelamkan atau diadzab bila tidak menangis karena kasihan terhadap mereka atau karena takut tertimpa adzab seperti yang telah menimpa mereka, maka ia akan menjadi orang yang keras hati dan kurang khusyu’. Bila seperti itu keadaannya, maka dikhawatirkan ia akan ditimpa musibah seperti yang telah menimpa mereka.”

2. Haram hukumnya memanfaatkan sesuatu pun dari airnya. Karena Rasulullah saw. memerintahkan para Sahabat untuk tidak meminum dari sumur-sumur di sana dan memberikan tepung adonan yang dibuat dengan air tersebut kepada unta-unta. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam kitab FathulBaari (VI/380), “Demi-kian pula sumur-sumur dan mata air milik orang-orang yang binasa dengan adzab Allah atas kekufuran mereka.”

3. Al-Baghawi berkata (XIV/362), “Hadits ini merupakan dalil bahwa negeri orang-orang yang mendapat adzab tidak boleh dijadikan sebagai tempat tinggal dan negeri. Karena tidak mungkin ia terus menerus menangis selamanya di situ. Sementara ia dilarang singgah di situ kecuali menangis.”

Berdasarkan pemahaman terhadap hadis, maka jika gampa bumi yang terjadi di Padang dan sekitarnya adalah adzab, maka kaum muslimin dilarang mendatangi ke daerah itu kecuali dalam keadaan menangis. Kemudian, dilarang menjadikan kota Padang sebagai tampat tinggal dan memanfaatkan hasil buminya.

Pertanyaannya, bagaimanaah kalau membantu penduduk itu? Bagaimana hukumnya memberikan sumbangan?

Jika pergi ke tempat itu dilarang, maka memberikan sumbangan tentunya juga terlarang. Nab Nuh saja dilarang membantu anaknya yang tenggelam karena terkena adzab. Allah berfirman, “Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan Sesungguhnya janji Engkau Itulah yang benar. dan Engkau adalah hakim yang seadil-adilnya.” Allah berfirman: “Hai Nuh, Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), Sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (Hud:45-46)

Selain dari itu itu, persoalan apakah gempa padang itu adzab dari Allah atau bukan, tidak bisa dipastikan, sebab tidak ada ketetapan dari al-Qur’an maupun hadis. Keyakinan adzab atau bukannya bagi suatu negeri harus didasarkan kepada dalil yang sharih. Dan jika ada tanda-tanda yang sangat jelas boleh disangka saja. Tetapi dalam kasus padang ini, adanya sangkaan adzab pun masih diragukan, sebab Allah berfirman; “Dan tidaklah Allah menurunkan adzab atas mereka sedangkan engkau ada di tengah-tengah mereka. Juga Allah tidak akan mengadzab mereka sedangkan mereka meminta ampun kepada Allah” (Al-Anfal : 33). Tidak adakah orang yang memohon ampun kepada Allah di kota Padang? Sebejat-bejatnya suatu masyarakat kaum muslimin, pasti masih ada sejumlah orang yang memohon ampunan sehingga adzab Allah tidak turun.

Memang kita layak untuk berintrospeksi, dan tidak selayaknya menghakimi bahwa peristiwa itu adalah adzab. Agar pemahaman ini adil dan benar, maka metode tafsir dan pengambilan ayat hendaklah tidak dengan mencomot berdasarkan angka-angka yang muncul dari suatu peristiwa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik bukan pengaitan suatu peristiwa dengan ayat-ayat al-Qur’an? Ya, menarik, karena memang tradisi perdukunan di kalangan bangsa ini masih sangat kental.</p>
<p>Tetapi kita harus sadar bahwa penerapan ayat-ayat al-Qur’an dengan cara menarik waktu, hari, atau mungkin bilangan lain dari suatu peristiwa adalah bukan cara yang diajarkan oleh Islam. Cara-cara seperti itu adalah cara yang biasa dilakukan oleh para dukun untuk meramalkan nomor buntut yang akan keluar. Konon orang bilang nyonji. Maka bolehlah cara memahami al-Qur’an demikian kita sebut sebagai tafsir al-Qur’an dengan metode Nyonji. Apakah hasilnya benar?</p>
<p>Penafsiran al-Qur’an yang tidak melalui metodologi yang benar, jika hasilnya benar pun dianggap sebagai suatu kesalahan. Memahami al-Qur’an bukan hanya sekedar melihat hasil, tetapi juga harus melihat proses. Kesalahan proses berakibat pada ditolaknya penafsiran, meskipun hasilnya bisa benar. Demikianlah yang diajarkan oleh para ulama’ berdasarkan kepada hadis nabi;</p>
<p>مَنْ قَالَ فِى الْقُرْآنِ بِغَيْرِ عِلْمٍ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ</p>
<p>Barangsiapa berkata tentang al-Qur’an tanpa dasar ilmu, maka hendaklah bersiap-siap menempati tempatnya di neraka (HR at-Tirmidzi)</p>
<p>Marilah kita lihat, apakah metode nyonji itu telah menghasilkan kesimpulan yang benar?</p>
<p>Kesan yang diperoleh dengan pencomotan al-Qur’an berdasarkan waktu-waktu terjadinya musibah itu maka muncul anggapan bahwa itu adalah suatu adzab yang ditimpakan oleh Allah kepada bangsa Indonesia. Bangsa ini layak mendapatkan adzab dari Allah karena pembesarnya hidup mewah serta ingkar kepada Allah.</p>
<p>Tetapi kalau dicermati sekali lagi ternyata kasusnya berbeda. Pada surat al-Isra’ ayat 16 itu dikatakan, ”Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. Padahal yang terjadi di Sumbar bukanlah kehancuran total sebagaimana yang terjadi pada kaum Nabi Luth.</p>
<p>Demikian juga, kedurhakaan penduduk negeri ini tidak bisa disetarakan dengan Fir’aun dan bala tentaranya. Andaikata benar bahwa para pentolan IMF masih memiliki darah yang bersambung sampai kepada Fir’aun sekalipun, anggapan bahwa bangsa ini telah menjadi antek Fir’aun adalah berlebihan.</p>
<p>Jika benar bahwa Allah telah menurunkan adzab kepada bangsa ini, maka konsekuensinya sangat jauh. Kaum muslimin dilarang mendatangi negeri yang diadzab oleh Allah sebagaimana sabda nabi saw.</p>
<p>عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْن عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُما أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا مَرَّ بِالْحِجْرِ قَالَ لَا تَدْخُلُوا مَسَاكِنَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ إِلَّا أَنْ تَكُونُوا بَاكِينَ أَنْ يُصِيبَكُمْ مَا أَصَابَهُمْ ثُمَّ تَقَنَّعَ بِرِدَائِهِ وَهُوَ عَلَى الرَّحْلِ</p>
<p>Dari ‘Abdullah bin ‘Umar ra bahwa ketika Rasulullah saw. melewati wilayah Hijir, beliau berkata, “Janganlah kalian memasuki wilayah orang-orang zhalim yang telah diadzab Allah kecuali kalian menangis karena takut tertimpa musibah seperti yang telah menimpa mereka.” Kemudian beliau menutupi wajah dengan selendang beliau sedang beliau tetap berada di atas kendaraan beliau, (HR Bukhari [3380] dan Muslim [2980]).</p>
<p>عَنْ عَبْد اللَّهِ بْن عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَخْبَرَهُ أَنَّ النَّاسَ نَزَلُوا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْضَ ثَمُودَ الْحِجْرَ فَاسْتَقَوْا مِنْ بِئْرِهَا وَاعْتَجَنُوا بِهِ فَأَمَرَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُهَرِيقُوا مَا اسْتَقَوْا مِنْ بِئْرِهَا وَأَنْ يَعْلِفُوا الْإِبِلَ الْعَجِينَ وَأَمَرَهُمْ أَنْ يَسْتَقُوا مِنْ الْبِئْرِ الَّتِي كَانَتْ تَرِدُهَا النَّاقَةُ تَابَعَهُ أُسَامَةُ عَنْ نَافِعٍ</p>
<p>Dari ‘Abdullah bin ‘Umar ra bahwasanya orang-orang singgah bersama Rasulullah saw. di Hijir, negeri kaum Tsamud. Mereka mengambil air dari sumur di sana dan menggunakannya untuk mengadon tepung. Rasulullah saw. memerintahkan mereka agar membuang air yang mereka ambil dari sumur di sana. Dan memerintahkan agar adonan tepung tadi diberikan kepada unta. Kemudian Rasulullah saw. memerintahkan mereka agar menggunakan air dari sumur yang disinggahi oleh unta-unta, (HR Bukhari [3379] dan Muslim [2981]).</p>
<p>Inti sari yang terkandung di dalam kedua hadis tersebut, di antaranya adalah;</p>
<p>1. Haram hukumnya menyinggahi negeri orang-orang yang mendapat adzab kecuali menangis karena takut tertimpa musibah yang telah menimpa mereka. Al-Baghawi menukil dalam Syarhus Sunnah (XIV/362) dari al-Khaththabi sebagai berikut, “Orang yang singgah di negeri kaum yang binasa karena ditenggelamkan atau diadzab bila tidak menangis karena kasihan terhadap mereka atau karena takut tertimpa adzab seperti yang telah menimpa mereka, maka ia akan menjadi orang yang keras hati dan kurang khusyu’. Bila seperti itu keadaannya, maka dikhawatirkan ia akan ditimpa musibah seperti yang telah menimpa mereka.”</p>
<p>2. Haram hukumnya memanfaatkan sesuatu pun dari airnya. Karena Rasulullah saw. memerintahkan para Sahabat untuk tidak meminum dari sumur-sumur di sana dan memberikan tepung adonan yang dibuat dengan air tersebut kepada unta-unta. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam kitab FathulBaari (VI/380), “Demi-kian pula sumur-sumur dan mata air milik orang-orang yang binasa dengan adzab Allah atas kekufuran mereka.”</p>
<p>3. Al-Baghawi berkata (XIV/362), “Hadits ini merupakan dalil bahwa negeri orang-orang yang mendapat adzab tidak boleh dijadikan sebagai tempat tinggal dan negeri. Karena tidak mungkin ia terus menerus menangis selamanya di situ. Sementara ia dilarang singgah di situ kecuali menangis.”</p>
<p>Berdasarkan pemahaman terhadap hadis, maka jika gampa bumi yang terjadi di Padang dan sekitarnya adalah adzab, maka kaum muslimin dilarang mendatangi ke daerah itu kecuali dalam keadaan menangis. Kemudian, dilarang menjadikan kota Padang sebagai tampat tinggal dan memanfaatkan hasil buminya.</p>
<p>Pertanyaannya, bagaimanaah kalau membantu penduduk itu? Bagaimana hukumnya memberikan sumbangan?</p>
<p>Jika pergi ke tempat itu dilarang, maka memberikan sumbangan tentunya juga terlarang. Nab Nuh saja dilarang membantu anaknya yang tenggelam karena terkena adzab. Allah berfirman, “Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan Sesungguhnya janji Engkau Itulah yang benar. dan Engkau adalah hakim yang seadil-adilnya.” Allah berfirman: “Hai Nuh, Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), Sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (Hud:45-46)</p>
<p>Selain dari itu itu, persoalan apakah gempa padang itu adzab dari Allah atau bukan, tidak bisa dipastikan, sebab tidak ada ketetapan dari al-Qur’an maupun hadis. Keyakinan adzab atau bukannya bagi suatu negeri harus didasarkan kepada dalil yang sharih. Dan jika ada tanda-tanda yang sangat jelas boleh disangka saja. Tetapi dalam kasus padang ini, adanya sangkaan adzab pun masih diragukan, sebab Allah berfirman; “Dan tidaklah Allah menurunkan adzab atas mereka sedangkan engkau ada di tengah-tengah mereka. Juga Allah tidak akan mengadzab mereka sedangkan mereka meminta ampun kepada Allah” (Al-Anfal : 33). Tidak adakah orang yang memohon ampun kepada Allah di kota Padang? Sebejat-bejatnya suatu masyarakat kaum muslimin, pasti masih ada sejumlah orang yang memohon ampunan sehingga adzab Allah tidak turun.</p>
<p>Memang kita layak untuk berintrospeksi, dan tidak selayaknya menghakimi bahwa peristiwa itu adalah adzab. Agar pemahaman ini adil dan benar, maka metode tafsir dan pengambilan ayat hendaklah tidak dengan mencomot berdasarkan angka-angka yang muncul dari suatu peristiwa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
